Perum Jasa Tirta I Rambah Sektor Energi Terbarukan

Dalam rangka mengembangkan sayap bisnisnya, Perum Jasa Tirta I (PJT 1) meresmikan kehadiran PT Jasa Tirta Energi (JTE) sebagai anak perusahaan, untuk menangani proyek-proyek pekerjaan yang tidak ditangani oleh induk perusahaan. Melalui sayap bisnisnya tersebut, PJT 1 akan menangani lebih banyak lagi pekerjaan yang terkait dengan pemanfaatan air menjadi sumber energi terbarukan.

Direktur Utama PJT 1, Raymond Valiant Ruritan, mengatakan, dibentuknya JTE akan menjadi entitas yang akan banyak berbuat. Artinya, JTE akan menjadi penghubung bagi PJT 1 untuk memberikan pelayanan jasa ataupun produk yang dapat dinikmati oleh pengguna yang berhubungan dengan air, tetapi tidak sama dengan apa yang dikerjakan oleh induk perusahaannya.

“PJT1 merupakan bagian dari 18 BUMN yang berbentuk perum, yang artinya dikuasi oleh Negara. Tugas kami adalah mengelola air. Kami diberi tanggung jawab untuk mengelola dan menjaga kualitas air. Kami melayani masyarakat untuk menikmati air yang infrastrukturnya disediakan pemerintah. JTE kami minta untuk memberi nilai tambah air. Kalau semula kami hanya mengurus bendungan, melayani air dari bendungan, maka sekarang kami juga bisa memberikan pelayanan lain,” ungkap Raymond, dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Rabu (6/3/2019).

Lebih jauh, Raymond menegaskan, dalam ranah bisnisnya nanti. JTE dapat melakukan pengerjaan proyek energi terbarukan seperti, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan apa saja yang bisa dikreasikan untuk memberi nilai tambah dari pemanfaatan sumber daya air.

“Mereka (JTE) terbentuk sebagai persero atau perusahaan, maka JTE bisa bergerak di berbagai area, termasuk melakukan pemeliharaan, pengerukan sungai, pembersihan dan lain-lain yang berhubungan dengan air, namun tidak dikerjakan oleh induk perusahaan. Kami optimistis walaupun masih tingkatan sederhana, JTE tahun ini target omzetnya sudah bisa mencapai Rp 50 miliar lebih, walaupun baru tahun pertama. Karena JTE mengerjakan pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh perusahaan induk,” imbuh Raymond.

Direktur Utama JTE, Etty Susilowati, menjelaskan, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) harus hadir di pedesaan-pedesaan yang kesulitan listrik. Melalui kerja sama dengan lintas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemerintah daerah (Pemda) kebutuhan masyarakat pedesaan akan adanya listrik akan terpenuhi.

“Masyarakat harus bisa menikmati. Kami akan melakukan kerja sama dengan BUMN untuk melakukan program kemitraan yang bisa membuat kemaslahatan. Masuk kepada program-program CSR dan sebagainya. BUMN punya PKBL program kemitraan untuk menyediakan dan mengalokasikan ke arah mikro hidrogen ke desa-desa. Bisa saja dengan memanfaatkan air sungai di daerah tersebut untuk menghasilkan energi sesuai dengan kebutuhan. Cita-cita saya, setiap rumah tangga bisa menciptakan energi dari potensi air,” tegas Etty.

Komisaris JTE, Alfan Rianto, mengatakan hadirnya JTE di tengah-tengah akselarasi pembangunan yang terus meningkat, berbarengan dengan hadirnya JTE. Peluang demi peluang akan banyak diraih oleh JTE. Tawaran kerja sama sudah cukup banyak, hal tersebut dikaitkan dengan tipikal pimpinan. Artinya, JTE hadir sebagai transformasi dari sebuah akselerasi yang cukup tinggi.

“Saya ingin kita semua terus berlari dan seteguh karang. Kalaupun kita berlari dan berlomba seperti halnya balap karung, kita tersungkur. Tetapi yang penting kuncinya satu, untuk bangkit lagi dan berlari. Keterbatasan merupakan modal untuk maju. Kalau kita memiliki motivasi, apapun bisa diatasi. Saya yakin nanti, mungkin seorang anak harus lebih cerdas dari bapaknya,” pungkas Alfan.

Sumber: BeritaSatu.com

Target Jasa Tirta Energi Aliri Listrik di Pelosok

Target Jasa Tirta Energi Aliri Listrik di Pelosok

Pemerintah menargetkan hingga 2025 rasio elektrifikasi mencapai 100 persen dimana permintaan akan listrik bertambah 7.000 MW setiap tahunnya. Peluang inilah yang mendasari PT Jasa Tirta Energi selaku BUMN yang bergerak di sektor bisnis energi dan konstruksi akan mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga minihidro untuk mengaliri aliran listrik di seluruh pelosok Indonesia.

Presiden Direktur PT Jasa Tirta Energi, Etty Susilowati menyampaikan setiap tahun kebutuhan akan listrik terus meningkat namun produksi listrik di Indonesia belum cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh masyarakat Indonesia.

“Rasio elektrifikasi nasional hanya 84,35 persen dimana masih terhadap 15 persen masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik.  Beberapa desa memanfaatkan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang hanya beroperasi di malam hari,” kata Etty dalam pameran Indobuild Tech 2019, di ICE BSD City, Rabu (20/3/2019).

Lanjutnya, PLTD tersebut mengandalkan minyak sebagai pembangkit. Namun jika minyak susah didapat, maka mereka tidak bisa menikmati energi listrik sama sekali. Beberapa alasan belum adanya akses listrik adalah lokasi desa yang terpencil dan sulit dijangkau.

Kemudian jika lokasi desa tersebut melewati hutan, maka diperlukan penebangan beberapa pohon untuk mengalirkan listrik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PLTM dapat menjadi solusi akan energi listrik di daerah terpencil. Dengan memanfaatkan aliran air sungai, air terjun bahkan saluran irigasi sawah, PLTM ini dapat menjadi sumber energi mandiri yang dapat dikelola oleh masyarakat.

Jasa Tirta Energi, selaku anak usaha BUMN Perum Jasa Tirta I menawarkan kerja sama dengan dengan Badan Usaha Milik Negara/Daerah lainnya melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dan CSR dari korporasi swasta untuk membangun fasilitas infrastruktur energi listrik terbarukan PLTM, PLTA, PLTS dan lainnya agar kebutuhan masyarakat pedesaan akan adanya listrik terpenuhi.

“Masyarakat harus bisa menikmati. Kami akan melakukan kerja sama dengan BUMN untuk melakukan program kemitraan yang bisa membuat kemaslahatan. Masuk kepada program-program CSR dan sebagainya. BUMN punya PKBL program kemitraan untuk menyediakan dan mengalokasikan ke arah mikro hidrogen ke desa-desa. Bisa saja dengan memanfaatkan air sungai di daerah tersebut untuk menghasilkan energi sesuai dengan kebutuhan. Cita-cita saya, setiap rumah tangga bisa menciptakan energi dari potensi air,” tegas Etty.

Sumber: INDUSTRY.co.id, Tangerang

Dr. Etty Susilowati, SE., MM. Menjabat Sebagai President Director PT. Jasa Tirta Energi

bulan Januari 2019, Dr. Etty Susilowati, SE., MM. resmi menjabat sebagai President Director di PT. Jasa Tirta Energi.

PT Jasa Tirta Energi (JTE) adalah anak perusahaan Perum Jasa Tirta 1 (PJT1). Perannya untuk menangani proyek-proyek pekerjaan yang akan dan tidak ditangani oleh PJT1 ke depan. Selama ini PJT 1 bergerak di bidang pengelolaan air. Melalui sayap bisnisnya tersebut Jasa Tirta akan menangani lebih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan dalam pemanfaatan air menjadi sumber energi.

Dr. Etty Susilowati, SE. MM, menjelaskan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) harus hadir di pedesaan-pedesaan yang kesulitan listrik. Melalui kerja sama dengan lintas Badan Usaha Milik Negara (BUMN),dan Pemerintah Daerah (Pemda) kebutuhan masyarakat pedesaan akan adanya listrik akan terpenuhi.

”Harus bisa menikmati (masyarakat-red). Kami akan melakukan kerja sama dengan BUMN untuk melakukan program kemitraan yang bisa membuat kemaslahatan. Masuk kepada program-program CSR dan sebagainya. Di BUMN ada PKBL program kemitraan untuk menyediakan dan mengalokasikan ke arah mikro hidrogen ke desa desa. Bisa saja energi dengan memanfaatkan air sungai di daerah tersebut untuk menghasilkan energi sesuai dengan kebutuhan mereka. Cita-cita saya setiap rumah tangga bisa menciptakan energi dari potensi air,” tegasnya.

 

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT JASA TIRTA ENERGI

Sebagai langkah awal pembentukan PT Jasa Tirta Energi, pada Jumat 11 Januari 2019 dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Jasa Tirta Energi. Adapun RUPS Luar Biasa dilaksanakan di Kantor Perwakilan PJT I Jakarta.  kegiatan tersebut dilaksanakan sejumlah agenda diantaranya: pengesahan Komisaris dan Dewan Direksi , pengesahan neraca pembukaan, pengesahan struktur organisasi, dan ratifikasi peraturan perseroan oleh PT Jasa Tirta Energi.

 

RAKERNAS GAKOPTINDO (Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia)

 

 

RAKERNAS GAKOPTINDO (Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia)

 

Semoga bisa menjadi inspirasi bersama bahwa telah dilakukan RAKERNAS GAKOPTINDO di semarang senin sampai rabu.

Goody bag, coffee break, dan souvenir pada acara tersebut semua produk kedelai lupin.

Saya sebagai salah satu narasumber untuk diverifikasi produk pangan nasional.

 

“Mimpi adalah cita-cita. Kerja keras adalah jalan untuk kemuliaan yang wajib dituntaskan dengan kejujuran.”
“99 pintu rezeki adanya di perdagangan. Hijrah bersama teman yang sejalan”

 

Etty Susilowati