Categories
Berita

Peduli di Masa Pandemi, Direktur JTE Kurban Bersama Korporasi

indopos.co.id – Bukan hal kebetulan, di tahun 2020 ini Idul Adha masuk dalam masa pandemi Covid-19. Di mana, masa ini telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian masyarakat. Tentu saja berkurban akan sangat dibutuhkan masyarakat, di tengah sulitnya pengadaan lauk pauk walaupun makanan pokok telah diberikan pemerintah.

Direktur Utama Jasa Tirta Energi (JTE), Etty Susilowati dalam menjalankan ibadah kurban di tahun ini, turut menyembelih hewan kurban di mana daging dari hewan yang disembelih, diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu di sekitar kediaman dan perusahaan.

Hewan sapi yang dijadikan kurban disembelih dikediamannya di wilayah Tangerang Selatan dan di kantor JTE PLTMH Lodagung Blitar yang selanjutnya diberikan kepada masyarakat sekitar.

Etty, mengatakan masa pandemi merupakan masa sulit bagi siapapun. Menjadi panggilan saat Iedul Adha jatuh di masa pandemi saat ini untuk turut menjalankan ibadah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Besar Ibrahim AS.

“Masyarakat banyak yang merasakan kesulitan. Bukan hanya dalam bidang usaha, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya pun banyak yang merasa kesulitan. Untuk itu, kegiatan berkurban di Iedul Adha ini menjadi amat penting. Selain mengikuti ajaran Nabi, kurban saat ini turut membantu pemerintah dalam pengadaan lauk pquk bagi masyarakat,” terang Etty, saat dihubungi.

Dia menambahkan, saat negara memberikan Bantuan Sosial bukan berarti seluruh kebutuhan hidup masyarakat sudah terpenuhi. Menjadi tanggung jawab bersama, untuk saling bahu membahu memberikan bantuan di tengah kesulitan yang ada di tengah kondisi saat ini.

“Bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Ini tanggung jawab kita semua agar dapat melewati kondisi saat ini. Sebagai bagian dari perusahaan Plat Merah, kami turut mendukung program-program pemerintah dalam membantu masyarakat di tengah pandemi. Apa yang bisa kami lakukan, tentunya kami berharap menjadi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (mdo)

Categories
Berita

Energi Indonesia Melimpah, Kenapa Harus Mahal ?

Oleh : DR.Etty Susilowati, SE. MM

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi

RuangJurnalis.com – Satu dua bulan yang lalu, masyarakat digemparkan dengan tagihan listrik yang cukup signifikan. Bagaimana tidak ? Tagihan yang harus dibayarkan oleh para pelanggan nilainya cukup pantastis. Kenaikan yang terjadi bisa mencapai puluhan juta rupiah bagi setiap pelanggan. Menjadi tanda Tanya besar di tengah melimpahnya energy alam yang dimiliki oleh Indonesia, harus dibayar mahal oleh masyarakatnya sendiri. Dari Sabang sampai Merauke, Tuhan Yang Maha Esa, telah memberikan Indonesia beragam kebutuhan yang ada di Alam.

Alih-alih merugi hingga triliunan rupiah, Covid-19 menjadi sasaran atas meruginya PLN yang diketahui menjadi salah satu penyedia energy yang dipahami sebagai energy listrik oleh masyarakat luas. Tak tanggung-tanggung kerugian yang diklaim oleh PLN, sekitar Rp 38 Triliun PLN harus menanggung kerugian, hal ini diungkapkan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu yang lalu.

Luasnya potensi energy di Nusantara seharusnya energy bukanlah menjadi permasalahan yang rumit. Penampakan permukaan alam Indonesia yang terdiri diri perairan dan daratan berbanding antara 4:1. Penampakan daratan berupa gunung tertinggi, sungai terpanjang di Indonesia, danau membuat Indonesia menjadi negara ke 15 terluas di dunia. Indonesia termasuk negara kepulauan yang berada pada posisi strategis yang digambarkan dari letak geografis dan letak astronomis Indonesia.

Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09). Di masa yang akan datang, keberadaan Indonesia akan dipengaruhi oleh kondisi dan letak geografisnya. Maka tata kelola sumber daya alam, wilayah perbatasan dan pertahanan yang mumpuni sangat diperlukan.

Dengan beragamnya Sumber daya alam yang ada, seperti Sungai, Laut, Angin dan Matahari, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan sektor energy khususnya bagi masyarakatnya sendiri. Bahkan, Kalimantan yang digadang-gadang sebagai ibukota baru memiliki potensi energy yang cukup besar. Pulau Kalimantan memiliki luas 743.330 km², dengan titik koordinat 4° 24` LU – 4° 10` LS dan antara 108° 30` BT – 119° 00` BT. Dimana keadaan alamnya meliputi Laut, Pantai Biduk-Biduk, Pantai Angsana, Pantai Melawai, Pantai Benua Putra dan pantai Pantai Lamaru, dilengkapi oleh sungai-sungai antara lain, Sungai Mahakam, Sungai Barito, Sungai Kapuas, Sungai Melawi, dan Sungai Arut.

Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar diantaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW. Di mana, saat ini pengembangan EBT mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres disebutkan kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, serta batubara yang dicairkan sebesar 2%. Untuk itu langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah adalah menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Mikro Hidro menjadi 2,846 MW pada tahun 2025, kapasitas terpasang Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasitas terpasang angin (PLT Bayu) sebesar 0,97 GW pada tahun 2025, surya 0,87 GW pada tahun 2024, dan nuklir 4,2 GW pada tahun 2024.

Demi mendayagunakan energy yang dimiliki oleh alam Indonesia, tentu saja kerjasama dapat dilakukan dengan Pemerintah Daerah untuk mempermudah tanggung jawab pengelolaannya. Bagi pemerintah daerah keuntungan yang dapat dikelola dan bisa dikembangkan antara lain, Biomasa, Energi Angin, Energi Surya, Energi Nuklir dan Mikrohidro.

Dapat dibayangkan Total investasi yang diserap pengembangan EBT sampai tahun 2025 diproyeksikan sebesar 13,197 juta USD. Dimana, Keuntungan Energi Baru Terbarukan ini adalah Ramah lingkungan, Investigasi teknologi, Mudah dikembangkan, Mengurangi sampah dan yang lebih penting akan meningkatkan peluang tenaga kerja baru, tentu saja hal ini akan sangat berdampak khususnya daerah-daerah berkembang.

Namun, bukan tanpa kendala, penerapan energy terbarukan terbentur kepada regulasi yang dinilai kerap berubah-ubah menjadi tantangan pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Padahal, jika kita ingin tilik lebih dalam memiliki keuntungan yang cukup banyak, khususnya bagi Pemerintah Daerah yaitu : Meningkatkan perkenomian daerah, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Meningkatkan akses energi kepada masyarakat langsung.

Pemerintah terus berupaya melaksanakan percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) agar dapat mencapai target 23% energi baru terbarukan (EBT) pada bauran energi nasional tahun 2025 sebagaimana amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Strategi percepatan pengembangan EBT untuk mencapai target ambisius pada tahun 2025 yang dilakukan pemerintah, yaitu:

  • Mendorong peningkatan kapasitas unit-unit PLT EBT yang sudah ada dan proyek EBTKE yang sedang berjalan sesuai RUPTL.
  • Upaya penciptaan pasar EBT. Untuk pengembangan panas bumi, diupayakan pengembangan Flores GEothermal Island, sinergi BUMN untuk percepatan pengembangan panas bumi di Wilayah Kerja BUMN, dan pengembangan klaster ekonomi berbasis sumber daya setempat dengan pembangkit listrik. Untuk pengembangan PLTA, diupayakan pengembangan proyek PLTA/M/MH utuk klaster industri mineral dan pengembangan PLTMH melalui pemanfaatan berbagai bendungan.

Sementara itu, untuk pengembangan PLTS dilakukan sinergi BUMN dan pembangunan daerah, pengembangan klaster PLTS/PLT Hybrid untuk ekonomi berbasis sumber daya setempat, pengembangan green dan smart commercial building, pengembangan. PLTS di lahan-lahan pertanian dan perikanan, serta pengembangan ecotourism. Untuk pengembangan BBN, dilaksanakan Mandatori B20 dan B30 serta pengembangan Green Biofuel baik Pertamina maupun non Pertamina. Untuk pengembangan bioenergi, berbagai upaya penciptaan pasar yang dilaksanakan Pemerintah, antaralain:

  1. Melakukan konversi PLTD eksisting menjadi PLTBn CPO;
  2. Mendorong pembangkit Captive Power untuk menjual kelebihan listrik pada PT. PLN (persero) dengan skema Excess Power;
  3. Melakukan Co-firing dengan pelet Biomassa pada exsisting PLTU;
  4. Pengembangan PLT Biomassa skala kecil untuk Wilayah Indonesia Timur secara masif;
  5. Pengembangan hutan tanaman energi dan pemanfaatan lahan-lahan sub optimal untuk biomassa melalui kerjasama dengan KLHK, K/L terkait dan Pemda; dan
  6. Mendorong penggunaan limbah agro industri untuk pembangkit listrik;
  7. Mendorong pengembangan PLTSa.

Saat ini Pemerintah dan para pelaku di tanah air memiliki kendala yang perlu dipecahkan bersama dalam  pengembangan EBT di Indonesia. Pertama, kendala yang dihadapi factor lahan, karena sumber energy baru membutuhkan tempat yang luas, kesulitan akses pada teknologi, harga keekonomian di tambah regulasi yang berubah-ubah. Di Indonesia kebutuhan energy masih harus dikembangkan karena ada beberapa daerah yang belum tersuplai energy seperti energy listrik. Untuk itu, PT. JTE berharap bisa ikut serta dalam meningkatkan energy khususnya di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT).

Categories
Berita

Merenda Potensi Energi Tanah Air

Jakarta, BisnisKita.id – Satu dua bulan yang lalu, masyarakat digemparkan dengan tagihan listrik yang cukup signifikan. Bagaimana tidak ? Tagihan yang harus dibayarkan oleh para pelanggan nilai cukup pantastis. Kenaikan yang terjadi bisa mencapai puluhan juta rupiah bagi setiap pelanggan. Menjadi tanda Tanya besar di tengah melimpahnya energy alam yang dimiliki oleh Indonesia, harus dibayar mahal oleh masyarakatnya sendiri. Dari Sabang sampai Merauke, Tuhan Yang Maha Esa, telah memberikan Indonesia beragam kebutuhan yang ada di Alam.

Alih-alih merugi hingga triliunan rupiah, Covid-19 menjadi sasaran atas meruginya PLN yang diketahui menjadi salah satu penyedia energy yang dipahami sebagai energy listrik oleh masyarakat luas. Tak tanggung-tanggung kerugian yang diklaim oleh PLN, sekitar Rp 38 Triliun PLN harus menanggung kerugian, hal ini diungkapkan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu yang lalu.

Luasnya potensi energy di Nusantara seharusnya energy bukanlah menjadi permasalahan yang rumit. Penampakan permukaan alam Indonesia yang terdiri diri perairan dan daratan berbanding antara 4:1. Penampakan daratan berupa gunung tertinggi, sungai terpanjang di Indonesia, danau membuat Indonesia menjadi negara ke 15 terluas di dunia. Indonesia termasuk negara kepulauan yang berada pada posisi strategis yang digambarkan dari letak geografis dan letak astronomis Indonesia.

Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09). Di masa yang akan datang, keberadaan Indonesia akan dipengaruhi oleh kondisi dan letak geografisnya. Maka tata kelola sumber daya alam, wilayah perbatasan dan pertahanan yang mumpuni sangat diperlukan.

Dengan beragamnya Sumber daya alam yang ada, seperti Sungai, Laut, Angin dan Matahari, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan sektor energy khususnya bagi masyarakatnya sendiri. Bahkan, Kalimantan yang digadang-gadang sebagai ibukota baru memiliki potensi energy yang cukup besar. Pulau Kalimantan memiliki luas 743.330 km², dengan titik koordinat 4° 24` LU – 4° 10` LS dan antara 108° 30` BT – 119° 00` BT. Dimana keadaan alamnya meliputi Laut, Pantai Biduk-Biduk, Pantai Angsana, Pantai Melawai, Pantai Benua Putra dan pantai Pantai Lamaru, dilengkapi oleh sungai-sungai antara lain, Sungai Mahakam, Sungai Barito, Sungai Kapuas, Sungai Melawi, dan Sungai Arut.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi DR.Etty Susilowati, SE. MM, mengatakan Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar diantaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW.

“Saat ini pengembangan EBT mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres disebutkan kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, serta batubara yang dicairkan sebesar 2%. Untuk itu langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah adalah menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Mikro Hidro menjadi 2,846 MW pada tahun 2025, kapasitas terpasang Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasitas terpasang angin (PLT Bayu) sebesar 0,97 GW pada tahun 2025, surya 0,87 GW pada tahun 2024, dan nuklir 4,2 GW pada tahun 2024,” paparnya saat dihubungi, beberapa waktu lalu.

Untuk potensi yang bisa dikembangkan antara lain Biomasa, Energi Angin, Energi Surya, Energi Nuklir, Mikrohidro. “Total investasi yang diserap pengembangan EBT sampai tahun 2025 diproyeksikan sebesar 13,197 juta USD, dengan keuntungan Energi Baru Terbarukan Ramah lingkungan, Investigasi teknologi, Mudah dikembangkan, Mengurangi sampah serta Peluang lapangan kerja,” ungkapnya.

Pemerintah terus berupaya melaksanakan percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) agar dapat mencapai target 23% energi baru terbarukan (EBT) pada bauran energi nasional tahun 2025 sebagaimana amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Strategi percepatan pengembangan EBT untuk mencapai target ambisius pada tahun 2025 yaitu :

  • Mendorong peningkatan kapasitas unit-unit PLT EBT yang sudah ada dan proyek EBTKE yang sedang berjalan sesuai RUPTL.
  • Upaya penciptaan pasar EBT. Untuk pengembangan panas bumi, diupayakan pengembangan Flores GEothermal Island, sinergi BUMN untuk percepatan pengembangan panas bumi di Wilayah Kerja BUMN, dan pengembangan klaster ekonomi berbasis sumber daya setempat dengan pembangkit listrik. Untuk pengembangan PLTA, diupayakan pengembangan proyek PLTA/M/MH utuk klaster industri mineral dan pengembangan PLTMH melalui pemanfaatan berbagai bendungan. Sementara itu, untuk pengembangan PLTS dilakukan sinergi BUMN dan pembangunan daerah, pengembangan klaster PLTS/PLT Hybrid untuk ekonomi berbasis sumber daya setempat, pengembangan greendan smart commercial building, pengembangan PLTS di lahan-lahan pertanian dan perikanan, serta pengembangan ecotourism. Untuk pengembangan BBN, dilaksanakan Mandatori B20 dan B30 serta pengembangan Green Biofuel baik Pertamina maupun non Pertamina. Untuk pengembangan bioenergi, berbagai upaya penciptaan pasar yang dilaksanakan Pemerintah, antaralain:
  1. Melakukan konversi PLTD eksisting menjadi PLTBn CPO;
  2. Mendorong pembangkit Captive Power untuk menjual kelebihan listrik pada PT. PLN (persero) dengan skema Excess Power;
  3. Melakukan Co-firing dengan pelet Biomassa pada exsisting PLTU;
  4. Pengembangan PLT Biomassa skala kecil untuk Wilayah Indonesia Timur secara masif;
  5. Pengembangan hutan tanaman energi dan pemanfaatan lahan-lahan sub optimal untuk biomassa melalui kerjasama dengan KLHK, K/L terkait dan Pemda; dan
  6. Mendorong penggunaan limbah agro industri untuk pembangkit listrik;
  7. Mendorong pengembangan PLTSa.

“Di Indonesia kebutuhan energy masih harus dikembangkan karena ada beberapa daerah yang belum tersuplai energy seperti energy listrik. PT. JTE berharap bisa ikut serta dalam meningkatkan energy khususnya di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT),” pungkasnya.

Categories
Berita

Menelaah Perbankan Syariah di Pusaran Covid-19

Jakarta, BisnisKita.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal I-2020 sebesar 2,97% year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut mengalami kontraksi 2,41% dibandingkan triwulan IV 2019. Namun, pertumbuhan yang digolongkan cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di dunia yang terpapar Covid-19. Namun, pertumbuhan tersebut akan berbanding terbalik pada quartal mendatang, jika dilihat dari pandangan pengamat perekonomian. Perubahan ekonomi yang terjadi, tentu akan berpengaruh pada seluruh sektor, salah satunya sektor Perbankan Syariah.

Era new normal digadang-gadang menjadi salah satu solusi yang harus diambil dalam rangka penyelamatan perkonomian, tanpa terkecuali dunia syariah. Pembatalan ibadah haji, hingga pembatasan ibadah umrah, tentj saja menghantam keberadaan perbankan syariah. Untuk itu, perlu adanya ide-ide solutif dalam menjaga stabilitas ekonomi syariah.

Merunut pada sebuah pandangan, secara umum, tantangan bank syariah saat pandemi Covid-19 yakni likuiditas dan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finanacing (NPF), bank syariah akan mulai tertekan pada Juli 2020 dan Agustus pada puncaknya.

Pada bulan tersebut bank syariah kehilangan pendapatan dari pembiayaan, bagi hasil karna nasabah memasuki periode gagal bayar bulan keempat dan kelima.

Akademisi dari Universitas Budi Luhur, Dr. Etty Susilowati menyampaikan, roda ekonomi harus berputar, walaupum di tengah kondisi Covid-19, karena bank sebagai lembaga keuangan menjadi intermediary antara pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang kelebihan dana.

“Namun dari pada itu, kebijakan dalam menerapkan roda perekonomian, tentunya tidak melupakan prosedur kesehatan yang harus diutamakan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (11/6).

Lebih jauh, Dr. Etty memaparkan, strategi yang perlu dilakukan untuk menjaga kondusifitas perbankan syariah dengan dukungan dari industri dan relaksasi regulasi terkait perbankan syariah, misalnya, penurunan rasio GWM, insentif-insentif terhadap perbankan syariah.

“Penggunaan teknologi informasi, jemput bola nasabah, kerjasama dengan tenant dunia usaha perlu dilakukan dan ditingkatkan demi menjaga kondusifitas perbankan syariah di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Dr. Etty, usaha-usaha terkait manufaktur, jasa, travel-travel haji dan umroh yang mengalami penurunan akibat Covid–19 yang berpengaruh pula pada kualitas pembiayaan dan pengendapan dana di bank syariah. “Ada rumus dalam mencapai suatu usaha inovasi yakni ATM = Amati, Tiru, Modifikasi perbangkan lainnya,” imbuhnya.

“Tentunya upaya dengan melakukan sinergi proyek dengan pemerintah baim dilakukan, agar proyek lebih feasible dan meyakinkan bank untuk memberikan support pendanaan terhadap pelaku usaha. Selain itu, pelaku usaha juga perlu melihat perilaku konsumen dan pasar. Apa yang menjadi kebutuhan saat ini,” tambahnya.

Dr. Etty juga mengingatkan, agar Perbankan Syariah perlu melihat kemungkinan-kemungkinan akan terjadinya NPF, likuiditas, profitabilitas, karena berakhirnya pendemi ini belum diketahui secara bersama.

“Perlu adanya regulasi baru dalam rangka menjaga stabilitas syariah, misalnya regulasi edukasi pengenalan syriah di sekolah-sekolah. Selain itu, penerapan profit sharing untuk produk investasi di bank syariah (termasuk deposito) juga perlu dilakukan,” pungkasnya.

Categories
Berita

Perbankan Syariah di Pusaran Covid-19

Jakarta, Akuratnews.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal I-2020 sebesar 2,97% year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut mengalami kontraksi 2,41% dibandingkan triwulan IV 2019. Namun, pertumbuhan yang digolongkan cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di dunia yang terpapar Covid-19, pertumbuhan tersebut akan berbanding terbalik pada quartal mendatang, jika dilihat dari pandangan pengamat perekonomian. Perubahan ekonomi yang terjadi, tentu akan berpengaruh pada seluruh sektor, salah satunya sektor Perbankan Syariah.

Era new normal digadang-gadang menjadi salah satu solusi yang harus diambil dalam rangka penyelamatan perkonomian, tanpa terkecuali dunia syariah. Pembatalan ibadah haji, hingga pembatasan ibadah umrah, tentj saja menghantam keberadaan perbankan syariah. Untuk itu, perlu adanya ide-ide solutif dalam menjaga stabilitas ekonomi syariah.

Merunut pada sebuah pandangan, secara umum, tantangan bank syariah saat pandemi Covid-19 yakni likuiditas dan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finanacing (NPF), bank syariah akan mulai tertekan pada Juli 2020 dan Agustus pada puncaknya.

Pada bulan tersebut bank syariah kehilangan pendapatan dari pembiayaan, bagi hasil karna nasabah memasuki periode gagal bayar bulan keempat dan kelima.

Redaksi Akuratnews.com, berkesempatan berbincang dengan Akademisi dari Universitas Budi Luhur yang juga pengamat Perbankan Syariah, Dr. Etty Susilowati, via Whassapp. Berikut petikan wawancaranya :

Redaksi : Apa yang menjadi syarat untuk menggeliatkan perbankan syariah dalam kondisi ini ?

Dr. Etty : Roda ekonomi harus berputar, walaupum di tengah kondisi Covid-19, karena bank sebagai lembaga keuangan menjadi intermediary antara pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang kelebihan dana. Namun dari pada itu, kebijakan dalam menerapkan roda perekonomian, tentunya tidak melupakan prosedur kesehatan yang harus diutamakan.

Redaksi : Strategi apa yang perlu dilakukan untuk menjaga kondusifitas perbankan syariah ?

Dr. Etty : Dukungan dari industri dan relaksasi regulasi terkait perbankan syariah, tentu misalnya, penurunan rasio GWM, insentif-insentif terhadap perbankan syariah. Selain itu penggunaan teknologi informasi, jemput bola nasabah, kerjasama dengan tenant dunia usaha perlu dilakukan dan ditingkatkan demi menjaga kondusifitas perbankan syariah di tengah pandemi Covid-19.

Categories
Berita

Bukan Air Mata, Namun Kegembiraan yang Disampaikan JT1 dan JTE di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, BisnisKita.id – Pandemi Covid-19 telah merubah kehidupan setiap orang menjadi nestapa. Bagaimana tidak, kebahagiaan seakan dicabut dari akarnya saat pandemi ini. Kesulitan mencari penghidupan amat dirasakan. Bahkan silaturahmi pun, menjadi sulit. Kepedulian antar makhluk diuji di pandemi ini. Jiwa sosial dijunjung, bukan hanya sekedar memberikan makanan, namun nilai kepedulian itulah yang amat tak ternilai. Jasa Tirta 1 (JT1)sebagai perusahaan plat merah, dengan Anak Usahanya PT Jasa Tirta Energi (JTE), turut ambil bagian dalam merubah nestafa menjadi kegembiraan.

Digagas oleh seluruh karyawan dikedua korporat tersebut, perusahaan ini memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, mereka yang tengah mengalami dampak Covid-19, dan meluluh lantakkan impian mereka dalam perjuang di dunia ini.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati mengungkapkan, bagaimana kemanusiaan masih ada di tengah kondisi pandemi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE. Dengan bahu membahu, para karyawan masih memikirkan bagaimana saudara-saudara sebangsanya yang kini mengalami musibah pandemi Covid-19.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan apalagi ini merupapakan hari baik, bulan baik terlebih banyak saudara kita sedang terpuruk dalam tingkat perekonomiannya akibat Covid-19. Tentunya kita sebagai muslim wajib saling bantu membantu. Sebagai warga negara, kita merupakan saudara sebangsa, yang tentunya memiliki rasa emosional tersendiri untuk saling membantu,” ujar Dr. Etty, dalam pesan sellulernya, Minggu (23/5).

Lebih jauh dirinya, juga merasa bangga dengan kegiatan yang digagas oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE dk tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Sebagai perusahaan plat merah tentu menjadi nilai berlebih, karena segala kebijakan serta nilai-nilai yang dilakukan menjadi sebuah cermin bangsa Indonesia.

“Ini juga tugas kita sebagai BUMN untuk community development. Terlebih juga dalam rangka melaksanakan amanah Menteri BUMN, untuk lebih dekat dengan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami berharap ini menjadi kegiatan yang bisa diambil hikmahnya bagi kita semua, khususnya keluarga besar JT 1 dan JTE ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penerima Bansos, Yanti mengungkapkan rasa gembiranya atas apa yang diberikan oleh JT1 bersama JTE. Kondisi sulit ini, membuat semua orang sangat membutuhkan bantuan makanan, terutama demi mensukseskan PSBB yang dicanangkan pemerintah. Dirinya berharap, Keluarga Besar JT 1 dan JTE akan selalu diberi kelancaran dalam ranah bisnisnya.

“Saya mewakili bunda-bunda yang lain mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya di kampung kami Jurang Mangu Timur. Bantuan yang dikirim sangat membantu warga kami. Kami semua sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran PT Jasa Tirta Energi semoga selalu diberikan kelancaran dan sukses. Aamiin..,” pungkasnya.

Lebih satu minggu kegiatan Sosial yang diselenggarakan oleh JT 1 dan JTE ini dilakukan. Selain memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dari beberapa wilayah di Jabodetabek, JT 1 dan JTE juga berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, di mana dalam kesempatan tersebut juga turut memberikan donasi yang diperuntukkan bagi tenaga-tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Categories
Berita

JT1 dan JTE Ubah Nestapa Jadi Gembira dengan Bagikan Paket Sembako

indopos.co.id – Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan setiap orang menjadi nestapa. Bagaimana tidak, kebahagiaan seakan dicabut dari akarnya saat pandemi ini. Kesulitan mencari penghidupan amat dirasakan. Bahkan silaturahmi pun, menjadi sulit. Kepedulian antar makhluk diuji di pandemi ini. Jiwa sosial dijunjung, bukan hanya sekedar memberikan makanan, namun nilai kepedulian itulah yang amat tak ternilai. Jasa Tirta 1 (JT1)sebagai perusahaan plat merah, dengan Anak Usahanya PT Jasa Tirta Energi (JTE), turut ambil bagian dalam merubah nestafa menjadi kegembiraan.

Digagas oleh seluruh karyawan dikedua korporat tersebut, perusahaan ini memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, mereka yang tengah mengalami dampak Covid-19, dan meluluh lantakkan impian mereka dalam perjuangan di dunia ini.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati mengungkapkan, bagaimana kemanusiaan masih ada di tengah kondisi pandemi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE. Dengan bahu membahu, para karyawan masih memikirkan bagaimana saudara-saudara sebangsanya yang kini mengalami musibah pandemi Covid-19.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan apalagi ini merupapakan hari baik, bulan baik terlebih banyak saudara kita sedang terpuruk dalam tingkat perekonomiannya akibat Covid-19. Tentunya kita sebagai muslim wajib saling bantu membantu. Sebagai warga negara, kita merupakan saudara sebangsa, yang tentunya memiliki rasa emosional tersendiri untuk saling membantu,” ujar Dr. Etty, dalam pesan sellulernya, Minggu (23/5).

Lebih jauh dirinya, juga merasa bangga dengan kegiatan yang digagas oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE dk tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Sebagai perusahaan plat merah tentu menjadi nilai berlebih, karena segala kebijakan serta nilai-nilai yang dilakukan menjadi sebuah cermin bangsa Indonesia.
“Ini juga tugas kita sebagai BUMN untuk community development. Terlebih juga dalam rangka melaksanakan amanah Menteri BUMN, untuk lebih dekat dengan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami berharap ini menjadi kegiatan yang bisa diambil hikmahnya bagi kita semua, khususnya keluarga besar JT 1 dan JTE ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang penerima Bansos, Yanti mengungkapkan rasa gembiranya atas apa yang diberikan oleh JT1 bersama JTE. Kondisi sulit ini, membuat semua orang sangat membutuhkan bantuan makanan, terutama demi mensukseskan PSBB yang dicanangkan pemerintah. Dirinya berharap, Keluarga Besar JT 1 dan JTE akan selalu diberi kelancaran dalam ranah bisnisnya.

“Saya mewakili bunda-bunda yang lain mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya di kampung kami Jurang Mangu Timur. Bantuan yang dikirim sangat membantu warga kami. Kami semua sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran PT Jasa Tirta Energi semoga selalu diberikan kelancaran dan sukses. Aamiin..,” pungkasnya.
Selain memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dari beberapa wilayah di Jabodetabek, JT 1 dan JTE juga berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, di mana dalam kesempatan tersebut juga turut memberikan donasi yang diperuntukkan bagi tenaga-tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19, khususnya di wilayah DKI Jakarta. (mdo)

Categories
Berita

Paket Sembako JT1 dan JTE, Ubah Duka Menjadi Gembira

Pandemi Covid-19 telah merubah kehidupan setiap orang menjadi nestapa. Bagaimana tidak, kebahagiaan seakan dicabut dari akarnya saat pandemi ini. Kesulitan mencari penghidupan amat dirasakan. Bahkan silaturahmi pun, menjadi sulit. Kepedulian antar makhluk diuji di pandemi ini. Jiwa sosial dijunjung, bukan hanya sekedar memberikan makanan, namun nilai kepedulian itulah yang amat tak ternilai. Jasa Tirta 1 (JT1)sebagai perusahaan plat merah, dengan Anak Usahanya PT Jasa Tirta Energi (JTE), turut ambil bagian dalam merubah nestafa menjadi kegembiraan.

Digagas oleh seluruh karyawan dikedua korporat tersebut, perusahaan ini memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, mereka yang tengah mengalami dampak Covid-19, dan meluluh lantakkan impian mereka dalam perjuangan di dunia ini.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati mengungkapkan, bagaimana kemanusiaan masih ada di tengah kondisi pandemi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE. Dengan bahu membahu, para karyawan masih memikirkan bagaimana saudara-saudara sebangsanya yang kini mengalami musibah pandemi Covid-19.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan apalagi ini merupapakan hari baik, bulan baik terlebih banyak saudara kita sedang terpuruk dalam tingkat perekonomiannya akibat Covid-19. Tentunya kita sebagai muslim wajib saling bantu membantu. Sebagai warga negara, kita merupakan saudara sebangsa, yang tentunya memiliki rasa emosional tersendiri untuk saling membantu,” ujar Dr. Etty, dalam pesan sellulernya, Minggu (23/5).

Lebih jauh dirinya, juga merasa bangga dengan kegiatan yang digagas oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE dk tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Sebagai perusahaan plat merah tentu menjadi nilai berlebih, karena segala kebijakan serta nilai-nilai yang dilakukan menjadi sebuah cermin bangsa Indonesia.

“Ini juga tugas kita sebagai BUMN untuk community development. Terlebih juga dalam rangka melaksanakan amanah Menteri BUMN, untuk lebih dekat dengan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami berharap ini menjadi kegiatan yang bisa diambil hikmahnya bagi kita semua, khususnya keluarga besar JT 1 dan JTE ke depan,” ungkapnya.

Sumber: https://akuratnews.com/foto-paket-sembako-jt1-dan-jte-rubah-duka-menjadi-gembira/

Categories
Berita

Bukan Air Mata, Namun Kegembiraan yang Disampaikan JT1 dan JTE di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah merubah kehidupan setiap orang menjadi nestapa. Bagaimana tidak, kebahagiaan seakan dicabut dari akarnya saat pandemi ini. Kesulitan mencari penghidupan amat dirasakan. Bahkan silaturahmi pun, menjadi sulit. Kepedulian antar makhluk diuji di pandemi ini. Jiwa sosial dijunjung, bukan hanya sekedar memberikan makanan, namun nilai kepedulian itulah yang amat tak ternilai. Jasa Tirta 1 (JT1)sebagai perusahaan plat merah, dengan Anak Usahanya PT Jasa Tirta Energi (JTE), turut ambil bagian dalam merubah nestafa menjadi kegembiraan.

Digagas oleh seluruh karyawan dikedua korporat tersebut, perusahaan ini memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, mereka yang tengah mengalami dampak Covid-19, dan meluluh lantakkan impian mereka dalam perjuang di dunia ini.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati mengungkapkan, bagaimana kemanusiaan masih ada di tengah kondisi pandemi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE. Dengan bahu membahu, para karyawan masih memikirkan bagaimana saudara-saudara sebangsanya yang kini mengalami musibah pandemi Covid-19.
Direktur JTE Dr. Etty Susilowati, saat mengunjungi warga di wilayah Jakarta Utara untuk memberikan Bansos bagi mereka yang terdampak Covid-19.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan apalagi ini merupapakan hari baik, bulan baik terlebih banyak saudara kita sedang terpuruk dalam tingkat perekonomiannya akibat Covid-19. Tentunya kita sebagai muslim wajib saling bantu membantu. Sebagai warga negara, kita merupakan saudara sebangsa, yang tentunya memiliki rasa emosional tersendiri untuk saling membantu,” ujar Dr. Etty, dalam pesan sellulernya, Minggu (23/5).

Lebih jauh dirinya, juga merasa bangga dengan kegiatan yang digagas oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE dk tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Sebagai perusahaan plat merah tentu menjadi nilai berlebih, karena segala kebijakan serta nilai-nilai yang dilakukan menjadi sebuah cermin bangsa Indonesia.

“Ini juga tugas kita sebagai BUMN untuk community development. Terlebih juga dalam rangka melaksanakan amanah Menteri BUMN, untuk lebih dekat dengan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami berharap ini menjadi kegiatan yang bisa diambil hikmahnya bagi kita semua, khususnya keluarga besar JT 1 dan JTE ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penerima Bansos, Yanti mengungkapkan rasa gembiranya atas apa yang diberikan oleh JT1 bersama JTE. Kondisi sulit ini, membuat semua orang sangat membutuhkan bantuan makanan, terutama demi mensukseskan PSBB yang dicanangkan pemerintah. Dirinya berharap, Keluarga Besar JT 1 dan JTE akan selalu diberi kelancaran dalam ranah bisnisnya.

“Saya mewakili bunda-bunda yang lain mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya di kampung kami Jurang Mangu Timur. Bantuan yang dikirim sangat membantu warga kami. Kami semua sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran PT Jasa Tirta Energi semoga selalu diberikan kelancaran dan sukses. Aamiin..,” pungkasnya.

Lebih satu minggu kegiatan Sosial yang diselenggarakan oleh JT 1 dan JTE ini dilakukan. Selain memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dari beberapa wilayah di Jabodetabek, JT 1 dan JTE juga berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, di mana dalam kesempatan tersebut juga turut memberikan donasi yang diperuntukkan bagi tenaga-tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Sumber: https://bisniskita.id/bukan-air-mata-namun-kegembiraan-yang-disampaikan-jt1-dan-jte-di-tengah-pandemi-covid-19/

Categories
Media

Power Point Presentation

Presentasi Power Point

CF_Chap001 CF_Chap002 CF_Chap003 CF_Chap004 CF_Chap004A CF_Chap005 CF_Chap006 CF_Chap007 CF_Chap008 CF_Chap009 CF_Chap010 CF_Chap011 CF_Chap012 CF_Chap013 CF_Chap014 CF_Chap015 CF_Chap016 CF_Chap017 CF_Chap018 CF_Chap019 CF_Chap020 CF_Chap021 CF_Chap022 CF_Chap023 CF_Chap024 CF_Chap025 CF_Chap026 CF_Chap027 CF_Chap027A CF_Chap028 CF_Chap029 CF_Chap030 CF_Chap031