Categories
Berita

Menelaah Perbankan Syariah di Pusaran Covid-19

Jakarta, BisnisKita.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal I-2020 sebesar 2,97% year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut mengalami kontraksi 2,41% dibandingkan triwulan IV 2019. Namun, pertumbuhan yang digolongkan cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di dunia yang terpapar Covid-19. Namun, pertumbuhan tersebut akan berbanding terbalik pada quartal mendatang, jika dilihat dari pandangan pengamat perekonomian. Perubahan ekonomi yang terjadi, tentu akan berpengaruh pada seluruh sektor, salah satunya sektor Perbankan Syariah.

Era new normal digadang-gadang menjadi salah satu solusi yang harus diambil dalam rangka penyelamatan perkonomian, tanpa terkecuali dunia syariah. Pembatalan ibadah haji, hingga pembatasan ibadah umrah, tentj saja menghantam keberadaan perbankan syariah. Untuk itu, perlu adanya ide-ide solutif dalam menjaga stabilitas ekonomi syariah.

Merunut pada sebuah pandangan, secara umum, tantangan bank syariah saat pandemi Covid-19 yakni likuiditas dan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finanacing (NPF), bank syariah akan mulai tertekan pada Juli 2020 dan Agustus pada puncaknya.

Pada bulan tersebut bank syariah kehilangan pendapatan dari pembiayaan, bagi hasil karna nasabah memasuki periode gagal bayar bulan keempat dan kelima.

Akademisi dari Universitas Budi Luhur, Dr. Etty Susilowati menyampaikan, roda ekonomi harus berputar, walaupum di tengah kondisi Covid-19, karena bank sebagai lembaga keuangan menjadi intermediary antara pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang kelebihan dana.

“Namun dari pada itu, kebijakan dalam menerapkan roda perekonomian, tentunya tidak melupakan prosedur kesehatan yang harus diutamakan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (11/6).

Lebih jauh, Dr. Etty memaparkan, strategi yang perlu dilakukan untuk menjaga kondusifitas perbankan syariah dengan dukungan dari industri dan relaksasi regulasi terkait perbankan syariah, misalnya, penurunan rasio GWM, insentif-insentif terhadap perbankan syariah.

“Penggunaan teknologi informasi, jemput bola nasabah, kerjasama dengan tenant dunia usaha perlu dilakukan dan ditingkatkan demi menjaga kondusifitas perbankan syariah di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Dr. Etty, usaha-usaha terkait manufaktur, jasa, travel-travel haji dan umroh yang mengalami penurunan akibat Covid–19 yang berpengaruh pula pada kualitas pembiayaan dan pengendapan dana di bank syariah. “Ada rumus dalam mencapai suatu usaha inovasi yakni ATM = Amati, Tiru, Modifikasi perbangkan lainnya,” imbuhnya.

“Tentunya upaya dengan melakukan sinergi proyek dengan pemerintah baim dilakukan, agar proyek lebih feasible dan meyakinkan bank untuk memberikan support pendanaan terhadap pelaku usaha. Selain itu, pelaku usaha juga perlu melihat perilaku konsumen dan pasar. Apa yang menjadi kebutuhan saat ini,” tambahnya.

Dr. Etty juga mengingatkan, agar Perbankan Syariah perlu melihat kemungkinan-kemungkinan akan terjadinya NPF, likuiditas, profitabilitas, karena berakhirnya pendemi ini belum diketahui secara bersama.

“Perlu adanya regulasi baru dalam rangka menjaga stabilitas syariah, misalnya regulasi edukasi pengenalan syriah di sekolah-sekolah. Selain itu, penerapan profit sharing untuk produk investasi di bank syariah (termasuk deposito) juga perlu dilakukan,” pungkasnya.

Categories
Berita

Perbankan Syariah di Pusaran Covid-19

Jakarta, Akuratnews.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal I-2020 sebesar 2,97% year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut mengalami kontraksi 2,41% dibandingkan triwulan IV 2019. Namun, pertumbuhan yang digolongkan cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di dunia yang terpapar Covid-19, pertumbuhan tersebut akan berbanding terbalik pada quartal mendatang, jika dilihat dari pandangan pengamat perekonomian. Perubahan ekonomi yang terjadi, tentu akan berpengaruh pada seluruh sektor, salah satunya sektor Perbankan Syariah.

Era new normal digadang-gadang menjadi salah satu solusi yang harus diambil dalam rangka penyelamatan perkonomian, tanpa terkecuali dunia syariah. Pembatalan ibadah haji, hingga pembatasan ibadah umrah, tentj saja menghantam keberadaan perbankan syariah. Untuk itu, perlu adanya ide-ide solutif dalam menjaga stabilitas ekonomi syariah.

Merunut pada sebuah pandangan, secara umum, tantangan bank syariah saat pandemi Covid-19 yakni likuiditas dan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finanacing (NPF), bank syariah akan mulai tertekan pada Juli 2020 dan Agustus pada puncaknya.

Pada bulan tersebut bank syariah kehilangan pendapatan dari pembiayaan, bagi hasil karna nasabah memasuki periode gagal bayar bulan keempat dan kelima.

Redaksi Akuratnews.com, berkesempatan berbincang dengan Akademisi dari Universitas Budi Luhur yang juga pengamat Perbankan Syariah, Dr. Etty Susilowati, via Whassapp. Berikut petikan wawancaranya :

Redaksi : Apa yang menjadi syarat untuk menggeliatkan perbankan syariah dalam kondisi ini ?

Dr. Etty : Roda ekonomi harus berputar, walaupum di tengah kondisi Covid-19, karena bank sebagai lembaga keuangan menjadi intermediary antara pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang kelebihan dana. Namun dari pada itu, kebijakan dalam menerapkan roda perekonomian, tentunya tidak melupakan prosedur kesehatan yang harus diutamakan.

Redaksi : Strategi apa yang perlu dilakukan untuk menjaga kondusifitas perbankan syariah ?

Dr. Etty : Dukungan dari industri dan relaksasi regulasi terkait perbankan syariah, tentu misalnya, penurunan rasio GWM, insentif-insentif terhadap perbankan syariah. Selain itu penggunaan teknologi informasi, jemput bola nasabah, kerjasama dengan tenant dunia usaha perlu dilakukan dan ditingkatkan demi menjaga kondusifitas perbankan syariah di tengah pandemi Covid-19.

Categories
Berita

Bukan Air Mata, Namun Kegembiraan yang Disampaikan JT1 dan JTE di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, BisnisKita.id – Pandemi Covid-19 telah merubah kehidupan setiap orang menjadi nestapa. Bagaimana tidak, kebahagiaan seakan dicabut dari akarnya saat pandemi ini. Kesulitan mencari penghidupan amat dirasakan. Bahkan silaturahmi pun, menjadi sulit. Kepedulian antar makhluk diuji di pandemi ini. Jiwa sosial dijunjung, bukan hanya sekedar memberikan makanan, namun nilai kepedulian itulah yang amat tak ternilai. Jasa Tirta 1 (JT1)sebagai perusahaan plat merah, dengan Anak Usahanya PT Jasa Tirta Energi (JTE), turut ambil bagian dalam merubah nestafa menjadi kegembiraan.

Digagas oleh seluruh karyawan dikedua korporat tersebut, perusahaan ini memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, mereka yang tengah mengalami dampak Covid-19, dan meluluh lantakkan impian mereka dalam perjuang di dunia ini.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati mengungkapkan, bagaimana kemanusiaan masih ada di tengah kondisi pandemi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE. Dengan bahu membahu, para karyawan masih memikirkan bagaimana saudara-saudara sebangsanya yang kini mengalami musibah pandemi Covid-19.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan apalagi ini merupapakan hari baik, bulan baik terlebih banyak saudara kita sedang terpuruk dalam tingkat perekonomiannya akibat Covid-19. Tentunya kita sebagai muslim wajib saling bantu membantu. Sebagai warga negara, kita merupakan saudara sebangsa, yang tentunya memiliki rasa emosional tersendiri untuk saling membantu,” ujar Dr. Etty, dalam pesan sellulernya, Minggu (23/5).

Lebih jauh dirinya, juga merasa bangga dengan kegiatan yang digagas oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE dk tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Sebagai perusahaan plat merah tentu menjadi nilai berlebih, karena segala kebijakan serta nilai-nilai yang dilakukan menjadi sebuah cermin bangsa Indonesia.

“Ini juga tugas kita sebagai BUMN untuk community development. Terlebih juga dalam rangka melaksanakan amanah Menteri BUMN, untuk lebih dekat dengan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami berharap ini menjadi kegiatan yang bisa diambil hikmahnya bagi kita semua, khususnya keluarga besar JT 1 dan JTE ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penerima Bansos, Yanti mengungkapkan rasa gembiranya atas apa yang diberikan oleh JT1 bersama JTE. Kondisi sulit ini, membuat semua orang sangat membutuhkan bantuan makanan, terutama demi mensukseskan PSBB yang dicanangkan pemerintah. Dirinya berharap, Keluarga Besar JT 1 dan JTE akan selalu diberi kelancaran dalam ranah bisnisnya.

“Saya mewakili bunda-bunda yang lain mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya di kampung kami Jurang Mangu Timur. Bantuan yang dikirim sangat membantu warga kami. Kami semua sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran PT Jasa Tirta Energi semoga selalu diberikan kelancaran dan sukses. Aamiin..,” pungkasnya.

Lebih satu minggu kegiatan Sosial yang diselenggarakan oleh JT 1 dan JTE ini dilakukan. Selain memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dari beberapa wilayah di Jabodetabek, JT 1 dan JTE juga berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, di mana dalam kesempatan tersebut juga turut memberikan donasi yang diperuntukkan bagi tenaga-tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Categories
Berita

JT1 dan JTE Ubah Nestapa Jadi Gembira dengan Bagikan Paket Sembako

indopos.co.id – Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan setiap orang menjadi nestapa. Bagaimana tidak, kebahagiaan seakan dicabut dari akarnya saat pandemi ini. Kesulitan mencari penghidupan amat dirasakan. Bahkan silaturahmi pun, menjadi sulit. Kepedulian antar makhluk diuji di pandemi ini. Jiwa sosial dijunjung, bukan hanya sekedar memberikan makanan, namun nilai kepedulian itulah yang amat tak ternilai. Jasa Tirta 1 (JT1)sebagai perusahaan plat merah, dengan Anak Usahanya PT Jasa Tirta Energi (JTE), turut ambil bagian dalam merubah nestafa menjadi kegembiraan.

Digagas oleh seluruh karyawan dikedua korporat tersebut, perusahaan ini memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, mereka yang tengah mengalami dampak Covid-19, dan meluluh lantakkan impian mereka dalam perjuangan di dunia ini.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati mengungkapkan, bagaimana kemanusiaan masih ada di tengah kondisi pandemi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE. Dengan bahu membahu, para karyawan masih memikirkan bagaimana saudara-saudara sebangsanya yang kini mengalami musibah pandemi Covid-19.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan apalagi ini merupapakan hari baik, bulan baik terlebih banyak saudara kita sedang terpuruk dalam tingkat perekonomiannya akibat Covid-19. Tentunya kita sebagai muslim wajib saling bantu membantu. Sebagai warga negara, kita merupakan saudara sebangsa, yang tentunya memiliki rasa emosional tersendiri untuk saling membantu,” ujar Dr. Etty, dalam pesan sellulernya, Minggu (23/5).

Lebih jauh dirinya, juga merasa bangga dengan kegiatan yang digagas oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE dk tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Sebagai perusahaan plat merah tentu menjadi nilai berlebih, karena segala kebijakan serta nilai-nilai yang dilakukan menjadi sebuah cermin bangsa Indonesia.
“Ini juga tugas kita sebagai BUMN untuk community development. Terlebih juga dalam rangka melaksanakan amanah Menteri BUMN, untuk lebih dekat dengan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami berharap ini menjadi kegiatan yang bisa diambil hikmahnya bagi kita semua, khususnya keluarga besar JT 1 dan JTE ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang penerima Bansos, Yanti mengungkapkan rasa gembiranya atas apa yang diberikan oleh JT1 bersama JTE. Kondisi sulit ini, membuat semua orang sangat membutuhkan bantuan makanan, terutama demi mensukseskan PSBB yang dicanangkan pemerintah. Dirinya berharap, Keluarga Besar JT 1 dan JTE akan selalu diberi kelancaran dalam ranah bisnisnya.

“Saya mewakili bunda-bunda yang lain mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya di kampung kami Jurang Mangu Timur. Bantuan yang dikirim sangat membantu warga kami. Kami semua sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran PT Jasa Tirta Energi semoga selalu diberikan kelancaran dan sukses. Aamiin..,” pungkasnya.
Selain memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dari beberapa wilayah di Jabodetabek, JT 1 dan JTE juga berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, di mana dalam kesempatan tersebut juga turut memberikan donasi yang diperuntukkan bagi tenaga-tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19, khususnya di wilayah DKI Jakarta. (mdo)

Categories
Berita

Paket Sembako JT1 dan JTE, Ubah Duka Menjadi Gembira

Pandemi Covid-19 telah merubah kehidupan setiap orang menjadi nestapa. Bagaimana tidak, kebahagiaan seakan dicabut dari akarnya saat pandemi ini. Kesulitan mencari penghidupan amat dirasakan. Bahkan silaturahmi pun, menjadi sulit. Kepedulian antar makhluk diuji di pandemi ini. Jiwa sosial dijunjung, bukan hanya sekedar memberikan makanan, namun nilai kepedulian itulah yang amat tak ternilai. Jasa Tirta 1 (JT1)sebagai perusahaan plat merah, dengan Anak Usahanya PT Jasa Tirta Energi (JTE), turut ambil bagian dalam merubah nestafa menjadi kegembiraan.

Digagas oleh seluruh karyawan dikedua korporat tersebut, perusahaan ini memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, mereka yang tengah mengalami dampak Covid-19, dan meluluh lantakkan impian mereka dalam perjuangan di dunia ini.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati mengungkapkan, bagaimana kemanusiaan masih ada di tengah kondisi pandemi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE. Dengan bahu membahu, para karyawan masih memikirkan bagaimana saudara-saudara sebangsanya yang kini mengalami musibah pandemi Covid-19.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan apalagi ini merupapakan hari baik, bulan baik terlebih banyak saudara kita sedang terpuruk dalam tingkat perekonomiannya akibat Covid-19. Tentunya kita sebagai muslim wajib saling bantu membantu. Sebagai warga negara, kita merupakan saudara sebangsa, yang tentunya memiliki rasa emosional tersendiri untuk saling membantu,” ujar Dr. Etty, dalam pesan sellulernya, Minggu (23/5).

Lebih jauh dirinya, juga merasa bangga dengan kegiatan yang digagas oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE dk tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Sebagai perusahaan plat merah tentu menjadi nilai berlebih, karena segala kebijakan serta nilai-nilai yang dilakukan menjadi sebuah cermin bangsa Indonesia.

“Ini juga tugas kita sebagai BUMN untuk community development. Terlebih juga dalam rangka melaksanakan amanah Menteri BUMN, untuk lebih dekat dengan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami berharap ini menjadi kegiatan yang bisa diambil hikmahnya bagi kita semua, khususnya keluarga besar JT 1 dan JTE ke depan,” ungkapnya.

Sumber: https://akuratnews.com/foto-paket-sembako-jt1-dan-jte-rubah-duka-menjadi-gembira/

Categories
Berita

Bukan Air Mata, Namun Kegembiraan yang Disampaikan JT1 dan JTE di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah merubah kehidupan setiap orang menjadi nestapa. Bagaimana tidak, kebahagiaan seakan dicabut dari akarnya saat pandemi ini. Kesulitan mencari penghidupan amat dirasakan. Bahkan silaturahmi pun, menjadi sulit. Kepedulian antar makhluk diuji di pandemi ini. Jiwa sosial dijunjung, bukan hanya sekedar memberikan makanan, namun nilai kepedulian itulah yang amat tak ternilai. Jasa Tirta 1 (JT1)sebagai perusahaan plat merah, dengan Anak Usahanya PT Jasa Tirta Energi (JTE), turut ambil bagian dalam merubah nestafa menjadi kegembiraan.

Digagas oleh seluruh karyawan dikedua korporat tersebut, perusahaan ini memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, mereka yang tengah mengalami dampak Covid-19, dan meluluh lantakkan impian mereka dalam perjuang di dunia ini.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati mengungkapkan, bagaimana kemanusiaan masih ada di tengah kondisi pandemi saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE. Dengan bahu membahu, para karyawan masih memikirkan bagaimana saudara-saudara sebangsanya yang kini mengalami musibah pandemi Covid-19.
Direktur JTE Dr. Etty Susilowati, saat mengunjungi warga di wilayah Jakarta Utara untuk memberikan Bansos bagi mereka yang terdampak Covid-19.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kemanusiaan apalagi ini merupapakan hari baik, bulan baik terlebih banyak saudara kita sedang terpuruk dalam tingkat perekonomiannya akibat Covid-19. Tentunya kita sebagai muslim wajib saling bantu membantu. Sebagai warga negara, kita merupakan saudara sebangsa, yang tentunya memiliki rasa emosional tersendiri untuk saling membantu,” ujar Dr. Etty, dalam pesan sellulernya, Minggu (23/5).

Lebih jauh dirinya, juga merasa bangga dengan kegiatan yang digagas oleh seluruh karyawan JT1 dan JTE dk tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Sebagai perusahaan plat merah tentu menjadi nilai berlebih, karena segala kebijakan serta nilai-nilai yang dilakukan menjadi sebuah cermin bangsa Indonesia.

“Ini juga tugas kita sebagai BUMN untuk community development. Terlebih juga dalam rangka melaksanakan amanah Menteri BUMN, untuk lebih dekat dengan masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami berharap ini menjadi kegiatan yang bisa diambil hikmahnya bagi kita semua, khususnya keluarga besar JT 1 dan JTE ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penerima Bansos, Yanti mengungkapkan rasa gembiranya atas apa yang diberikan oleh JT1 bersama JTE. Kondisi sulit ini, membuat semua orang sangat membutuhkan bantuan makanan, terutama demi mensukseskan PSBB yang dicanangkan pemerintah. Dirinya berharap, Keluarga Besar JT 1 dan JTE akan selalu diberi kelancaran dalam ranah bisnisnya.

“Saya mewakili bunda-bunda yang lain mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya di kampung kami Jurang Mangu Timur. Bantuan yang dikirim sangat membantu warga kami. Kami semua sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran PT Jasa Tirta Energi semoga selalu diberikan kelancaran dan sukses. Aamiin..,” pungkasnya.

Lebih satu minggu kegiatan Sosial yang diselenggarakan oleh JT 1 dan JTE ini dilakukan. Selain memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dari beberapa wilayah di Jabodetabek, JT 1 dan JTE juga berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, di mana dalam kesempatan tersebut juga turut memberikan donasi yang diperuntukkan bagi tenaga-tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Sumber: https://bisniskita.id/bukan-air-mata-namun-kegembiraan-yang-disampaikan-jt1-dan-jte-di-tengah-pandemi-covid-19/

Categories
Media

Power Point Presentation

Presentasi Power Point

CF_Chap001 CF_Chap002 CF_Chap003 CF_Chap004 CF_Chap004A CF_Chap005 CF_Chap006 CF_Chap007 CF_Chap008 CF_Chap009 CF_Chap010 CF_Chap011 CF_Chap012 CF_Chap013 CF_Chap014 CF_Chap015 CF_Chap016 CF_Chap017 CF_Chap018 CF_Chap019 CF_Chap020 CF_Chap021 CF_Chap022 CF_Chap023 CF_Chap024 CF_Chap025 CF_Chap026 CF_Chap027 CF_Chap027A CF_Chap028 CF_Chap029 CF_Chap030 CF_Chap031

Categories
Berita

Energi di Tengah Kondisi Darurat COVID-19

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi, Dr. Etty Susilowati (tengah berjilbab)

Indonesia sebagai negara besar sedang dirundung duka mendalam di tengah wabah corona (COVID-19) yang telah melalap sendi-sendi perekonomian dan kehidupan. Untuk itu, masyarakat Indonesia harus survive dalam melawan wabah Corona agar dapat melewatinya dengan selamat.

Di tengah kondisi perlawanan ini, tentu tidak melupakan kebutuhan penunjang dalam menghadapi itu semua. Salah satunya adalah sektor energi, di mana sektor ini masuk dalam 8 sektor yang tidak ditutup di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

Sektor energi menjadi salah satu tumpuan di tengah kondisi bencana wabah COVID-19 yang kini tengah menciptakan carutmarut, hingga merambat bidang ekonomi dan sektor-sektor lainnya. Sektor energi, menjadi salah satu industri yang terus berjalan, di saat sektor-sektor bisnis lain harus berhenti berkegiatan secara terbuka. Yakni dengan mematuhi PSBB yang diterapkan Pemerintah DKI Jakarta.

Direktur Utama PT Jasa Tirta Energi, Dr. Etty Susilowati, menjelaskan, protokol penanganan penyebaran COVID-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah, salah satunya adalah penerapan PSBB ini harus diimbangi dengan kebijakan pemerintah dalam bentuk dukungan kepada masyarakat agar dapat tetap melaksanakan aktivitas dan menjalani kehidupan di lingkungan rumah. Antara lain dukungan terhadap pemenuhan pangan, energi, telekomunikasi, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Hampir seluruh kegiatan manusia saat ini tidak terlepas dari energi, baik secara langsung maupun dalam bentuk hasil dari konversi energi, sehingga sektor energi perlu menjadi prioritas bagi pemerintah untuk menjaga, mengelola dengan baik dan meningkatkannya,” jelasnya melalui pesan daring.

Lebih jauh, dia menjelaskan dari sisi hulu, pihaknya melihat bahwa industri sangat tergantung dengan pasokan energi untuk mendukung kegiatan produksi dan aktifitas industri. Di sisi hilir, seluruh konsumen dapat merasakan hasil dari proses di hulu dengan baik berkat dukungan energi yang baik dan stabil. Tanpa adanya jaminan pasokan energi yang baik.

“Proses dan aktivitas industri akan terhambat, pasokan ke konsumen tertunda bahkan tidak ada sama sekali. Hal tersebut membuat masyarakat resah dan berimbas pada kondisi keamanan yg tidak baik,” ungkapnya. Sektor apa yang saat ini sangat dibutuhkan? Mulai dari sektor pertanian dan industri, sektor energi, sektor telekomunikasi dan sektor transportasi.

Etty mengungkapkan,bagaimana peran perusahaannya dalam ikut memberikan pasokan energi tentunya dengan mengoptimalkan kinerja dengan mengelola pembangkit listrik yang dikelolanya. “Tentunya dengan mengoptimalkan kinerja dan keandalan pembangkit listrik yang kami kelola untuk membantu pemenuhan kebutuhan energi kepada masyarakat. Mengembangkan potensi energi secara berkesinambungan untuk mendukung ketahanan energi di Indonesia,” papar dia.

Secara umum, masih kata wanita yang akrab dipanggil Bunda Etty ini, seluruh wilayah di Tanah Air sangat membutuhkan energi, agar penyebaran pandemi CIVID-19 tidak menyebar.

“Ada beberapa hal yang perlu diambil oleh pemerintah, antara lain, kebijakan penerapan PSBB diimbangi dengan dukungan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Kebijakan pemerintah dalam penyediaan barang dan pasokan energi yang stabil dan merata dan Jaminan keamanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Etty berharap bencana ini segera berlalu agar kehidupan masyarakat kembali normal. Kebijakan pemerintah di sektor energi amat berarti untuk berjalannya roda karya di sektor ini. “Kami ingib agar mendapatkan kemudahan dalam hal proses pengembangan energi baru terbarukan. Kemudahan dalam proses perizinan untuk pengembangan energi baru terbarukan juga tak boleh disepelekan,” ujarnya.

Mendapat kuota energi dari PT PLN untuk dapat merealisasikan pengembangan energi baru terbarukan di seluruh wilayah Indonesia dan memperoleh harga beli energi baru terbarukan yang baik, juga menjadi harapan Etty bersama para karyawannya dalam ikut membangun bangsa dan negara ini melalui energi di tengah pandemi Corona dan pasca bencana nanti.

Sumber Berita: https://swa.co.id/swa/trends/energi-di-tengah-kondisi-darurat-covid-19

Categories
Berita

Menakar Pentingnya Energi di Tengah Kondisi Darurat Covid 19

Jakarta, Akuratnews.com – Indonesia sebagai negara besar sedang dirundung duka mendalam di tengah wabah corona (Covid 19) yang telah melalap sendi-sendi perekonomian dan kehidupan. Untuk itu, masyarakat Indonesia harus survive dalam melawan wabah Covid-19 agar dapat melewatinya. Di tengah kondisi perlawanan ini, tentu tidak melupakan kebutuhan penunjang dalam menghadapi itu semua. Salah satunya adalah sektor energi, di mana sektor ini masuk dalam delapan sektor yang tidak ditutup di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

Bagaimana sektor ini bisa menjadi penopang roda ekonomi di tengah kondisi sulit seperti saat ini ?. Bagaimana sektor ini juga perlu menghidupi dirinya sendiri ? Dan bagaimana harapan para pelaku usahanya, untut dapat terus berkarya bagi bangsa dan negara ?

Berikut petikan wawancara redaksi Akuratnews.com dengan Direktur Jasa Tirta Energi (JTE) Dr. Etty Sulistyowati melalui daring :

Redaksi : Bagaimana pandangan Anda terkait dengan kondisi saat ini …?

JTE : Protokol penanganan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah, salah satunya adalah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini harus diimbangi dengan kebijakan pemerintah dalam bentuk dukungan kepada masyarakat agar dapat tetap melaksanakan aktivitas dan menjalani kehidupan di lingkungan rumah. Antara lain dukungan terhadap pemenuhan pangan, energi, telekomunikasi, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Redaksi : Sektor Energi menjadi salah satu sektor yang tidak ditutup oleh pemerintah. Bagaimana Anda melihat ini…?

JTE : Hampir seluruh kegiatan manusia saat ini tidak terlepas dari energi, baik secara langsung maupun dalam bentuk hasil dari konversi energi, sehingga sektor energi perlu menjadi prioritas bagi pemerintah untuk menjaga, mengelola dengan baik dan meningkatkannya.

Redaksi : Seberapa besar sektor energi menopang keberlangsungan perekonomian pada saat ini…?

JTE : Dari sisi hulu, kita melihat bahwa industri sangat tergantung dengan pasokan energi untuk mendukung kegiatan produksi dan aktifitas industri. Di sisi hilir, seluruh pemanfaat/konsumen dapat merasakan hasil dari proses di hulu dengan baik berkat dukungan energi yang baik dan stabil. Tanpa adanya jaminan pasokan energi yang baik.

Redaksi : Jika energi terdampak, apakah yang akan dialami oleh Indonesia ?

JTE : Proses dan aktifitas industri akan terhambat, pasokan ke konsumen tertunda bahkan tidak ada sama sekali. Hal tersebut membuat masyarakat resah dan berimbas pada kondisi keamanan yang tidak baik.

Redaksi : Sektor apa saja yang urgent, dalam arti sangat dibutuhkan, khususnya di tengah kondisi Covid-19 ?

JTE : Sektor pertanian dan industri, sektor Energi, sektor Telekomunikasi dan sektor Transportasi, menjadi sangat penting dan urgent untuk terus hadir di tengah kondisi seperti saat ini.

Redaksi : Bagaimana peran perusahaan dalam ikut memberikan pasokan energi ?

JTE : Dalam ikut memberikan pasokan energi di tengah kondisi saat ini, tentunya dengan mengoptimalkan kinerja dan keandalan Pembangkit Listrik yang kita kelola untuk membantu pemenuhan kebutuhan energi kepada masyarakat. Mengembangkan potensi energi secara berkesinambungan untuk mendukung ketahanan energi di Indonesia.

Redaksi : Wilayah mana yang saat ini sangat membutuhkan dalam kondisi Covid-19 ?

JTE : Secara umum, seluruh wilayah sangat membutuhkan, agar penyebaran Pandemi Covid-19 tidak menyebar.

Redaksi : Apa yg perlu di lakukan pemerintah lakukan agar keseimbangan tetap terjaga. Baik dari sisi perekonomian hingga energi ini dapat dinikmati masyarakat hingga selesainya Covid-19 ?

JTE : Ada beberapa hal menurut hemat kami langkah yang perlu diambil oleh pemerintah, antara lain :

  • Kebijakan penerapan PSBB diimbangi dengan dukungan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
  • Kebijakan pemerintah dalam penyediaan barang dan pasokan energi yang stabil dan merata.
  • Jaminan keamanan kepada masyarakat.

Redaksi : Apa yg perusahaan Anda harapkan ?

JTE : Tentunya kami berharap bencana ini segera berlalu agar kehidupan masyarakat kembali normal. Bagi kami, kebijakan pemerintah di sektor energi amat berarti untuk berjalannya roda karya di sektor ini. Selain itu, harapan kami adalah :

  • Mendapatkan kemudahan dalam hal proses pengembangan energi baru terbarukan.
  • Kemudahan dalam proses perizinan untuk pengembangan energi baru terbarukan.
  • Mendapat kuota energi dari PT PLN untuk dapat merealisasikan pengembangan energi baru terbarukan di seluruh wilayah Indonesia.
  • Memperoleh harga beli energi baru terbarukan yang baik.

Sumber berita: https://akuratnews.com/menakar-pentingnya-energi-di-tengah-kondisi-darurat-covid-19/3/

Categories
Puisi

Cermin Kehidupan

Ketika Mulut tak bisa lagi berbicara..
Ketika mata tak bisa mengungkap kepedihan..
dan
Ketika tubuh tak mampu menggerakkan hati ..

Tangan Tuhan lah yang akan mengarahkan ..
tentang kebenaran ..
tentang ketulusan..
dan keikhlasan…

Allah Maha Baik…

🥰